PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS 1.1

Kamis, 03 Oktober 2019
Dosen Pembimbing : 
DONIE MARGAVIANTO, SKOM., MMSI.








==================================================================


Sistem Cerdas

       Sistem Cerdas adalah ilmu pengetahuan yang bergerak dalam pembuatan mesin yang cerdas. Mesin yang cerdas dapat diartikan sebagai mesin yang dapat melakukan hal-hal tertentu yang memerlukan kecerdasan apabila dilakukan oleh manusia. Untuk mengetahui dan memodelkan prosesproses berfikir manusia dan mendisain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia (Kusumadewi, 2003).

        Sistem cerdas (Intelligent System) menurut (Kusumadewi, 2003)  dapat dipandang dari berbagai sudut pandang , antara lain :
  • Sudut pandang kecerdasan
        Kecerdasan buatan akan membuat mesin menjadi ’cerdas’ (mampu berbuat seperti apa yang dilakukan oleh manusia).
  • Sudut pandang penelitian
        Kecerdasan buatan adalah suatu studi bagaimana membuat agar komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dikerjakan manusia.
  • Sudut Pandang Pemrograman
        Kecerdasan buatan meliputi studi tentang pemrograman simbolik, penyelesaian
masalah (problem solving) dan pencarian (searching).

  • Sudut Pandang Bisnis
        Kecerdasan buatan adalah kumpulan peralatan yang sangat powerful dan metodologis dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis.

Konsep Dasar

        Menurut Kusrini (2006:19) ada tiga orang yang terlibat dalam sistem pakar:
  1. Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, khusus, pendapat pengalaman dan metode, serta kemampuan untuk mengaplikasikan keahliannya tersebut guna menyelesaikan masalah.
  2. Knowledge engineer (Perekayasa Sistem) adalah orang yang membantu pakar dalam menyususun area permasalahan dengan menginterprestasikan dan mengintegrasikan jawaban-jawaban pakar atas pertanyaan yang diajukan, menggambarkan analogi, mengajukan counter example dan menerangkan kesulitan-kesulitan konseptual.
  3. Pemakai, sistem pakar memiliki beberapa pemakai, yaitu : pemakai bukan pakar, pelajar, pembangun sistem pakar yang ingin meningkatkan dan menambahkan basis pengetahuan, dan pakar.

Tujuan

        Tujuan dari sebuah Sistem Pakar menurut (Rahmadi, 2007) adalah mentransfer kepakaran yang dimiliki seorang pakar kedalam komputer dan kemudian kepada orang lain (non expert). Aktivitas pemindahan kepakaran adalah : 
  • Knowledge Acquisition (dari pakar atau sumber lain)
  • Knowledge Representation (ke dalam komputer)
  • Knowledge Inferencing
  • Knowledge Transfering

Keuntungan

        Berapa keuntungan sistem pakar menurut Kusumadewi (2003:110) antara lain :
  1. Membuat seorang yang awam dapat bekerja seperti para ahli.
  2. Dapat bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti.
  3. Meningkatkan output dan produktivitas.
  4. Meningkatkan kualitas.
  5. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar terutama yang termasuk dalam keahlian langka.
  6. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
  7. Handal (Reliability).
  8. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan..
  9. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
  10. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
  11. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer
  12. Bisa Melakukan proses secara berulang secara otomatis


Referensi :

Septiana, L. (2016). PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT ISPA DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID. Jurnal Techno Nusa Mandiri13(2), 89-96.
Mubarak, R. (2017). SISTEM CERDAS BERBASIS KONSEP FUZZY LOGIC UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN. Jurnal Teknologi Informasi11(2), 36-40.

Comments

Popular posts from this blog

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI 2.2

Forum VClass Pertemuan 5

INOVASI SISTEM INFORMASI DAN NEW TEKNOLOGI 8.1