PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS 4.3
Kamis, 16 Januari 2020
Dosen Pembimbing : DONIE MARGAVIANTO, SKOM., MMSI.
==================================================================
Pemrosesan Simbolik dalam Sistem Pakar
Kecerdasan merupakan kemampuan untuk belajar atau mengerti dari pengalaman, memahami pesan yang kontradiktif dan ambigu, menanggapi dengan cepat dan baik atas situasi yang baru, menggunakan penalaran dalam memecahkan masalah serta menyelesaikannya dengan efektif (Winston dan Pendergast, 1994). Kecerdasan buatan sendiri memilki dua arti dari beberapa pendapat. Kecerdasan buatan (AI) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal ‐ yang dalam pandangan manusia adalah – cerdas menurut H. A. Simon [1987] dan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal‐hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Kinight [1991]). Kategori definisi AI sendiri dikelompokkan menjadi 4 macam yaitu systems that think like humans, systems that think Rationally, systems that act like dan systems that act rationallyHumans.
Pengertian kecerdasan buatan secara detail terdapat beberapa sudut pandang yakni sudut pandang kecerdasan( Kecerdasan buatan mampu membuat mesin menjadi cerdas (berbuat seperti yang dilakukan manusia)), sudut pandang penelitian (Kecerdasan buatan adalah studi bagaimana membuat komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dilakukan manusia), sudut pandang bisnis (kecerdasan buatan adalah kumpulan peralatan yang sangat powerful dan metodologis dalam menyelesaikan masalah bisnis), dan sudut pandang pemrograman (kecerdasan buatan meliputi studi tentang pemrograman simbolik, problem solving, dan pencarian (searching)).
Pada AI terdapat dua bagian utama yaitu basis pengetahuan (knowledge base) yang berisi fakta‐fakta, teori, pemikiran dan hubungan komponen satu dengan yang lainnya dan motor inferensi (inference engine) maksudnya kemampuan menarik kesimpulan berdasar pengalaman yang berkaitan dengan representasi dan duplikasi proses tersebut melalui mesin (misalnya, komputer dan robot). Konsep kecerdasan buatan ada lima yaitu turing test, pemrosesan simbolik, dan heuristic, inferensi (penarikan kesimpulan), dan pencocokan pola (pattern matching). Turing test adalah metode pengujian kecerdasan (Alan Turing)). Proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai.Pemrosesan simbolik menjelaskan sifat penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesain masalah. Berikut proses simbolik:
- Komputer semula didisain untuk memproses bilangan/angka-angka (pemrosesan numerik).
- Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebihbersifat simbolik, tidak didasarkan kepada sejumlah rumus ataumelakukan komputasi matematis.
- Sifat penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmukomputer yang melukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah
Referensi:
Anonim. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Diambil dari: https://dittaresty.wordpress.com/2013/12/09/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence-2/. (10 Januari 2020).
Mubarak M. Pengantar Kecerdasan Buatan. Universitas Islam Balitar. 01-05.


Comments
Post a Comment