ILMU BUDAYA DASAR 1.1
Rabu, 04 Maret 2020
Dosen Pembimbing : IKA PUJI SAPUTRI
==================================================================
Hubungan Ilmu Budaya Dan Kesusastraan
Kebudayaan merupakan karya Sastra hasil karya dari individu, hanya saja objek yang disampaikan tidak akan terlepas dari kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat. Karya sastra itu tidak pernah tercipta dari kekosongan. Budaya dan sastra memiliki ketergantungan satu sama lain. Sastra sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam sastra Prosa, yang termasuk dalam sastra. terkadang disebut-sebut sebagai narrative fiction , prose fiction, atau hanya fiction saja. Jika kebudayaan adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, sastra adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi. Sebagai contoh, Kesusastraan Indonesia menjadi potret sosial budaya masyarakat Indonesia. Tidak jarang, kesusastraan Indonesia mencerminkan perjalanan sejarah Indonesia, kegelisahan kultural dan manifestasi pemikiran Bangsa Indonesia. Misalnya, kesusastraan zaman Balai Pustaka (1920-1933). Karya-karya sastra pada zaman itu menunjukkan problem kultural ketika Bangsa Indonesia dihadapkan pada budaya Barat. Karya sastra tersebut memunculkan tokoh-tokoh (fiksi) yang mewakili golongan tua (tradisional) dan golongan muda (modern). Selain itu, ada budaya lama, seperti masalah adat perkawinan dan kedudukan perempuan yang mendominasi novel Indonesia pada zaman Balai Pustaka.
Hubungan Budaya dan sastra, hubungan ini jarang ditemukan, bila dibandingkan hubungan sastra dengan ilmu lain. Dalam hal ini, hubungan yang paling dekat dengan kajian Budaya adalah antropologi Sastra. Perbedaannya, dalam antropologi sastra kebudayaan menempati posisi sekunder, sedangkan dalam kajian budaya kebudayaan merupakan objek primer. Dengan singkat, berbagai unsur kebudayaan dalam karya sastra, seperti kawin paksa, nasionalisme dan sebagainya dapat dianalisis secara antropologis dengan mengaitkannya ke masa lampu, akan tetapi akan menjadi kajian budaya dalam kaitannya dengan masyarakat sekarang. Wilayah antropologi sastra dengan demikian dominan dalam genre sastra lama, sebaliknya kajian budaya dalam jenis-jenis sastra kontemporer. Meskipun demikian bukan berarti bahwa dalam sastra lama tidak terkandung aspek-aspek kajian budaya, demikian juga sebaliknya sastra kontemporer tidak menyajikan masalah-masalah masa lampau.
Berdasarkan informasi-informasi yang ada, budaya dengan sastra adalah hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena memiliki ketergantungan satu sama lain. Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam bahasa. Sebaliknya, ada juga yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan cara berpikir manusia atau penutur bahasa.
Referensi:
- Muhammad, H. dan Teng, B.A. (2017). FILSAFAT KEBUDAYAAN DAN SASTRA (DALAM PERSPEKTIF SEJARAH). Jurnal Ilmu Budaya. 05(01)69-75. Universitas Hasanuddin.
- Muhammad, H. dan Teng, B.A. (2017). FILSAFAT KEBUDAYAAN DAN SASTRA (DALAM PERSPEKTIF SEJARAH). Jurnal Ilmu Budaya. 05(01)69-75. Universitas Hasanuddin.


Comments
Post a Comment