ILMU BUDAYA DASAR 1.2
Rabu, 04 Maret 2020
Dosen Pembimbing : IKA PUJI SAPUTRI
==================================================================
Hubungan Manusia Dan Cinta Kasih Sesama Makhluk Hidup
Menurut Prasetya, dkk. (2004:28), secara etimologi budaya atau culture berasal dari bahasa latin, yaitu colore yang artinya mengolah atau mengerjakan dan dalam bahasa Indonesia kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Widagdho, dkk. (2010:29), mengatakan bahwa manusia dengan akal dan budi serta aktivitasnya sangat besar peranannya dalam mewujudkan dan sekaligus mengembangkan kebudayaan. Hakikat kebudayaan menurut Koentjaraningrat (1990:1--2), adalah pikiran, karya dan hasil karya manusia yang memenuhi hasrat akan keindahan. Lebih jauh Koentjaraningrat menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan seluruh pikiran, sebuah karya dan hasil karya manusia yang dicetuskan melalui proses belajar. Semua hasil karya tersebut meliputi hampir seluruh aktivitas manusia dalam kehidupannya.
Melalui kebudayaan akan terlihat keinginan manusia, karena menurut Setiadi (2007:37), manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Setiadi (2007:36), menambahkan bahwa kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Masalah kebudayaan merupakan tema yang menarik untuk dianalisis dalam karya sastra karena menurut Semi (1989:54--58), sastra merupakan bagian dari kebudayaan. Kebudayaan merupakan hasil karya yang bersifat kreatif dan bersifat dinamis. Sastra, masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu jalinan yang kuat dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain dalam perkembangannya.
Budaya dasar menurut Mustopo (dalam Widagdho, dkk. 2010:16), adalah pengetahuan yang dapat memberikan gambaran umum dan pengetahuan dasar mengenai konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Prasetya, dkk. (2004:3), menambahkan bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak saja sebagai subyek, akan tetapi sekaligus obyek pengkajian bagaimana hubungan manusia dengan sesama manusia, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi sentral dalam aspek budaya dasar. Prasetya, dkk. (2004:52--232), membagi masalah-masalah yang akan dikaji dalam budaya dasar ini menjadi delapan yakni sebagai berikut:
- Manusia dan Cinta Kasih
Cinta kasih dapat diwujudkan dalam bentuk cinta kepada Tuhan, cinta kepada orang tua maupun kepada sesama makhluk Tuhan lainnya. Menurut Notowidagdho (2002:70), cinta mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, karena cinta kasih merupakan landasan hubungan erat di masyarakat sehingga terbentuklah hubungan yang harmonis yang penuh kekerabatan. Cinta kasih juga merupakan landasan dan tujuan dalam pembentukan rumah tangga. Cinta kasih juga menjadi pengikat yang kokoh antara hubungan manusia dengan Tuhannya dan membuatnya ikhlas berkorban, ikhlas dalam menyembah-Nya, mengikuti jalan-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
- Manusia dan Keindahan
Menurut Prasetya, dkk. (2004:91--92), keindahan dapat dibedakan menjadi dua yaitu, keindahan obyektif dan keindahan subyektif. Keindahan objektif mempunyai sifat yang abadi atau universal, selama benda itu belum berubah dari keadaan semula yang tidak terikat oleh waktu dan perkembangan mode. Keindahan subyektif sangat bergantung pada selera perorangan, artinya sebuah benda sangat bermanfaat bagi seseorang, namun bagi orang lain tidak berguna, bahkan mungkin sangat tidak disenangi.
- Manusia dan Penderitaan
Notowidagdho (2002:118--122), menjelaskan bahwa apabila manusia melakukan penyelewengan dari norma maka ia akan dikejar rasa bersalah yang tercermin dalam bentuk siksaan, rasa sakit dan neraka. Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang timbullah penderitaan. Sedangkan rasa sakit diakibatkan menderita penyakit atau sakit dan neraka adalah tempat siksaan bagi orang yang berbuat dosa dan orang yang ingkar kepada Allah SWT.
- Manusia dan Keadilan
Menurut Widagdho, dkk. (2010:103), keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan dan keserasian antara hak dan kewajiban. Menurut Prasetya, dkk. (2004:136--137), keadilan ditinjau dari bentuk maupun sifatnya dikelompokkan menjadi tiga jenis: (1) keadilan legal atau keadilan moral yaitu dalam suatu masyarakat keadilan tercipta jika setiap orang menjalankan pekerjaannya yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya, (2) keadilan distributif dan (3) keadilan komutatif.
- Manusia dan Pandangan Hidup
Prasetya, dkk. (2004:173--179), menjelaskan bahwa bentuk dari manusia dan pandangan hidup ini terdiri dari kebajikan, cita-cita dan sikap hidup. Pandangan hidup manusia itu biasanya tertuju pada Tuhan dan alam sekitarnya karena menurut kodratnya manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, dengan kesucian jiwanya itu mendorong hati nuraninya untuk berbuat kebajikan atau kebaikan. Pandangan hidup juga merupakan suatu keinginan yang terkandung di dalam hati yang tergambarkan dalam bentuk cita-cita, di pihak lain pandangan hidup adalah faktor utama dalam pembentukan sikap dan pola tingkah laku manusia. Baik itu sikap positif maupun negatif, sikap optimis atau sikap pesimis. Sejalan dengan pendapat ahli di atas, Notowidagdho (2002:160), menambahkan bentuk keyakinan atau kepercayaan sebagai bagian dari aspek manusia dan pandangan hidup. Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi pandangan hidup berasal dari akal atau kekuatan Tuhan karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya.
- Manusia dan Tanggung Jawab
Menurut Widagdho, dkk. (2010:144--153), tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab manusia dapat dibedakan menjadi tanggung jawab kepada Tuhan yang menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi kewajiban kepada Tuhan salah satunya yaitu dengan menyembah Tuhan. Tanggung jawab pada dirinya sendiri sebab dalam membentuk dirinya itu manusia mendapatkan kesempatan untuk tiap kali memilih apa yang baik dan apa yang kurang baik bagi dirinya. Tanggung jawab kepada keluarga adalah tanggung jawab yang menyangkut nama baik keluarga dan berhubungan juga dengan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
- Manusia dan Kegelisahan
Menurut Notowidagdo (2002:201), kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut. kegelisahan bersumber pada unsur perasaan dalam diri manusia. Notowidagdo (2002:201--212), menjelaskan bahwa kegelisahan timbul karena perbuatan manusia sendiri atau karena perbuatan atau keadaan dari luar lingkungan manusia sendiri yang memberi pengaruh psikologis yang dapat merugikan bagi dirinya maupun orang lain. Kecemasan dan ketidakpastian juga merupakan bagian dari kegelisahan yang diakibatkan pikiran yang tidak menentu atau tidak konsentrasi. Sedangkan ketakutan adalah gabungan dari perasaan gugup, cemas dan ketidakpastian yang semuanya bercampur menjadi satu menjadi rasa takut yang menghinggapi hati dan diri seseorang.
- Manusia dan Harapan
Menurut Thahar (1999:82), harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan agar sesuatu terjadi. Sedangkan yang memiliki harapan itu adalah perasaan atau hati manusia. Aspek manusia dan harapan ini tergambar dalam bentuk harapan dan doa. Agar harapan terwujud harus berusaha bersungguh-sungguh dan tidak lupa berdoa. Hal ini sejalan dengan pendapat Notowidagdho (2002:226), bahwa doa merupakan permintaan yang dirumuskan dalam serangkaian kalimat yang diucapkan oleh hamba dengan penuh harap akan mendapatkan kebahagiaan dari sisi-Nya dan dengan merendahkan diri kepada-Nya untuk memperoleh apa yang diinginkan.
Aspek manusia dan cinta kasih yang ditemukan dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
- Cinta Kasih Kepada Tuhan
Cinta kasih kepada Tuhan digambarkan oleh tokoh yang bernama Muhammad Ayyas yaitu sosok yang selalu menjaga keimanannya dan selalu berserah diri kepada Allah SWT. Ia juga hamba yang selalu bersyukur atas besarnya nikmat yang Allah berikan karena ia dapat menjalankan ibadah dengan bebas dan khusuk tanpa ada ancaman dan intimidasi dari orang-orang yang membenci agama Islam.
- Cinta Kasih Kepada Sesama
Cinta kasih kepada sesama dijalani oleh beberapa tokoh dan mereka menjalaninya dengan ikhlas diantaranya Muhammad Ayyas yang ikhlas menolong Yelena yang hampir mati dengan mengantarkannya ke rumah sakit, sedangkan Linor yang merasa kasihan karena tidak tega membunuh anak dari salah satu diplomat Syiria karena merasa melihat dirinya dulu dalam diri gadis itu. Begitupun dengan Madame Ekaterina sebagai seorang dokter, ia benar-benar mengamalkan sumpahnya untuk menolong orang lain tanpa membeda-bedakan ras dan agamanya. Apalagi tokoh Bibi Margareta, seorang pemulung yang masih mempunyai hati nurani, melihat Yelena terkapar dan hampir mati di pinggir jalan ia tidak tega untuk membiarkannya begitu saja.
- Cinta Kasih Dalam Keluarga
Cinta kasih dalam keluarga terlihat dari cinta seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya yang digambarkan oleh beberapa tokoh yaitu Anastasia Palazzo yang selalu mendoakan ibunya agar selalu dilindungi dan dijaga oleh Tuhan sedangkan Linor terlihat dari sikapnya kepada ibunya yang selalu lembut dan penuh perhatian begitupun dengan ibunya Madame Ekaterina yang bersedia membesarkan Linor yang bukan anak kandungnya dengan kasih sayang layaknya anaknya sendiri.
Referensi:
- Erwita, R., Hamidin, dan Chan, W. (2012). ASPEK BUDAYA DASAR DALAM NOVEL BUMI CINTA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 01(01)313-321. Universitas Negeri Padang.
- Erwita, R., Hamidin, dan Chan, W. (2012). ASPEK BUDAYA DASAR DALAM NOVEL BUMI CINTA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 01(01)313-321. Universitas Negeri Padang.


Comments
Post a Comment