MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI 1.3
Sabtu, 07 Maret 2020
Dosen Pembimbing : DONIE MARGAVIANTO, S.KOM., M.MSI.
==================================================================
Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi
Beberapa kerangka kerja (Framework) dalam Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah :
- Information Technology Infrastructure Library (ITIL).
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI). Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah: Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation, Continual Service Improvement.
Salah satu contoh dari ITIL adalah Perancangan Tata Kelola Service Desk. Service Desk merupakan bagian dari ITIL pada publikasi service operation sebuah unit fungsional yang terdiri dari sejumlah staf yang bertanggung jawab untuk menangani berbagai kegiatan pelayanan yang berkaitan dengan TI yang sering dilakukan lewat panggilan telepon, antarmuka web atau secara laporan otomatis dari suatu event di infrastruktur TI. Service desk adalah sangat penting bagian dari organisasi departemen TI dan harus menjadi satu titik kontak untuk pengguna IT pada kegiatan harian dan menangani semua insiden dan permintaan layanan, biasanya menggunakan perangkat lunak spesialis untuk login dan mengatur semua peristiwa tersebut. Service desk merupakan titik kontak utama bagi pengguna ketika terjadi gangguan layanan, adanya permintaan layanan untuk beberapa kategori permintaan perubahan pelayanan. Service desk memberikan titik komunikasi kepada pengguna dan titik koordinasi untuk beberapa kelompok TI dan proses TI.
Salah satu contoh dari ITIL adalah Perancangan Tata Kelola Service Desk. Service Desk merupakan bagian dari ITIL pada publikasi service operation sebuah unit fungsional yang terdiri dari sejumlah staf yang bertanggung jawab untuk menangani berbagai kegiatan pelayanan yang berkaitan dengan TI yang sering dilakukan lewat panggilan telepon, antarmuka web atau secara laporan otomatis dari suatu event di infrastruktur TI. Service desk adalah sangat penting bagian dari organisasi departemen TI dan harus menjadi satu titik kontak untuk pengguna IT pada kegiatan harian dan menangani semua insiden dan permintaan layanan, biasanya menggunakan perangkat lunak spesialis untuk login dan mengatur semua peristiwa tersebut. Service desk merupakan titik kontak utama bagi pengguna ketika terjadi gangguan layanan, adanya permintaan layanan untuk beberapa kategori permintaan perubahan pelayanan. Service desk memberikan titik komunikasi kepada pengguna dan titik koordinasi untuk beberapa kelompok TI dan proses TI.
- Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT).
COBIT merupakan singkatan dari Control Objectives for Information and Related Technology, merupakan salah satu kerangka kerja (framework) dalam mendukung tata kelola teknologi informasi. Prinsip dasar pada framework COBIT adalah menyediakan informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Perusahaan atau organisasi perlu mengatur dan mengatur sumber daya teknologi informasi dengan menggunakan sekumpulan proses teknologi informasi yang terstruktur sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.
Secara keseluruhan konsep framework COBIT digambarkan sebagai sebuah kubus tiga dimensi yang terdiri dari: (1) kebutuhan bisnis, (2) sumber daya teknologi informasi dan (3) proses teknologi informasi.
Contoh dari COBIT adalah Tata Kelola Teknologi Informasi Proses Pengelolaan Data yaitu manajemen pengelolaan data yang merupakan aset penting bagi perusahaan. Tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data yang kurang baik akan menimbulkan beberapa permasalahan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) merupakan instansi pemerintah yang melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara memerlukan suatu tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data dalam kegiatan operasionalnya.
Secara keseluruhan konsep framework COBIT digambarkan sebagai sebuah kubus tiga dimensi yang terdiri dari: (1) kebutuhan bisnis, (2) sumber daya teknologi informasi dan (3) proses teknologi informasi.
Contoh dari COBIT adalah Tata Kelola Teknologi Informasi Proses Pengelolaan Data yaitu manajemen pengelolaan data yang merupakan aset penting bagi perusahaan. Tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data yang kurang baik akan menimbulkan beberapa permasalahan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) merupakan instansi pemerintah yang melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara memerlukan suatu tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data dalam kegiatan operasionalnya.
- Application Services Library (ASL).
ASL atau Application Services Library adalah sebuah framework untuk proses Application Management. ASL adalah domain publik standar untuk Application Management. ASL adalah standar yang independen, terpisah dari IT Infrastructure Library (ITIL), tetapi terkait dengannya dalam pengertian kepatuhan terhadap standar-standar untuk mengelola proses dan memberikan keterkaitan yang erat, kepatuahan dari kumpulan publik domain dari suatu pedoman. ASL lebih dari sekadar framework. Karena didukung oleh praktek- praktek terbaik yang diambil dari sejumlah organisasi. Framework ASL terdiri dari enam proses cluster, dibagi menjadi tiga tingkat yaitu proses operational dan management memiliki sudut pandang jangka pendek dan menengah, sedangkan sudut pandang proses strategy menghadap ke arah horizontal.
Salah satu contoh dari ASL yaitu Perancangan Application Management. Application Management menjamin pemeliharaan program aplikasi dan menggunakan data. Application Management meliputi penyesuaian manajemen dan pengembangan aplikasi. Ini melibatkan tugas-tugas seperti pemrograman, pengembangan, pengujian, Application Management dan berbagai kegiatan yang terkait lainnya. Proses Application Management memandu bagaimana aplikasi bisnis yang dikembangkan, dikelola, dan ditingkatkan. Application Management cycle adalah berkaitan dengan bisnis dan penyelarasan TI dan juga mengembangkan strategi jangka panjang untuk sistem informasi, sejalan dengan strategi jangka panjang organisasi (bisnis). Hal ini didekati dari dua perspektif: bahwa aplikasi individual, tetapi juga dari portofolio aplikasi, melihat semua aplikasi dalam hubungan satu sama lain. Application Management Cycle terlihat terutama pada isu-isu bisnis perkembangan baik sektor di mana organisasi beroperasi sebagai organisasi itu sendiri jadi itu harus dilakukan bersama-sama dengan manajemen informasi bisnis.
Salah satu contoh dari ASL yaitu Perancangan Application Management. Application Management menjamin pemeliharaan program aplikasi dan menggunakan data. Application Management meliputi penyesuaian manajemen dan pengembangan aplikasi. Ini melibatkan tugas-tugas seperti pemrograman, pengembangan, pengujian, Application Management dan berbagai kegiatan yang terkait lainnya. Proses Application Management memandu bagaimana aplikasi bisnis yang dikembangkan, dikelola, dan ditingkatkan. Application Management cycle adalah berkaitan dengan bisnis dan penyelarasan TI dan juga mengembangkan strategi jangka panjang untuk sistem informasi, sejalan dengan strategi jangka panjang organisasi (bisnis). Hal ini didekati dari dua perspektif: bahwa aplikasi individual, tetapi juga dari portofolio aplikasi, melihat semua aplikasi dalam hubungan satu sama lain. Application Management Cycle terlihat terutama pada isu-isu bisnis perkembangan baik sektor di mana organisasi beroperasi sebagai organisasi itu sendiri jadi itu harus dilakukan bersama-sama dengan manajemen informasi bisnis.
- Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0.
Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 terdiri dari best practice, prinsip, dan kegiatan yang memberikan panduan komprehensif untuk mencapai kehandalan untuk solusi dan layanan Teknologi Informasi (TI). MOF 4.0 berisi pertanyaan dan kegiatan yang dapat merumuskan penentuan kebutuhan organisasi agar organisasi berjalan efisien dan efektif di masa yang akan datang. MOF 4.0 bertujuan untuk menciptakan, mengoperasikan, dan mendukung layanan TI serta memastikan bahwa investasi di TI memberikan nilai bisnis yang diharapkan pada dengan risiko yang dapat ditangani.
MOF 4.0 dikembangkan dari IT Infrastructure Library dari OGC di Inggris. MOF 4.0 mencakup dari sisi sumber daya manusia, proses/prosedur, dan teknologi. MOF 4.0 mampu mencapai target service level untuk availability, reliability, supportability, dan managability. Selain itu, MOF 4.0 menciptakan infrastruktur TI yang adaptif.
MOF 4.0 terdiri dari 4 tahapan dalam siklus hidupnya, 3 tahapan merupakan tahap yang sedang terjadi di dalam siklus tersebut sedangkan 1 tahapan lain merupakan tahapan dasar yang terjadi di setiap tahapan lainnya. Tahapan yang terjadi di dalam siklus hidup MOF 4.0 yaitu, perencanaan, penyampaian, operasional, dan pengelolaan.
Salah satu implementasi MOF 4.0 yaitu perancangan helpdesk yang nantinya menjadi IT service center sebagai support operasional terhadap infrastruktur yang akan di upgrade.
Woodgrove Bank adalah bank AS regional yang memiliki peluang bisnis dengan perluasan operasi ke California. Perusahaan harus mengikuti undang-undang yang mengharuskan membuat beberapa perubahan kebijakan dan sistem keamanan dan kerahasiaan yang ada. CEO perusahaan harus mengidentifikasi pekerjaan yang perlu dilakukan, menilai risiko, dan memastikan kepatuhan dengan peraturan pemerintah, mendefinisikan keamanan yang diperlukan dan kontrol kerahasiaan, dampak dari perubahan, perencanaan untuk perubahan, bangunan, pengujian, dan menyiapkan layanan untuk pelanggan dan operasi dalam mendukung perubahan.
MOF 4.0 dikembangkan dari IT Infrastructure Library dari OGC di Inggris. MOF 4.0 mencakup dari sisi sumber daya manusia, proses/prosedur, dan teknologi. MOF 4.0 mampu mencapai target service level untuk availability, reliability, supportability, dan managability. Selain itu, MOF 4.0 menciptakan infrastruktur TI yang adaptif.
MOF 4.0 terdiri dari 4 tahapan dalam siklus hidupnya, 3 tahapan merupakan tahap yang sedang terjadi di dalam siklus tersebut sedangkan 1 tahapan lain merupakan tahapan dasar yang terjadi di setiap tahapan lainnya. Tahapan yang terjadi di dalam siklus hidup MOF 4.0 yaitu, perencanaan, penyampaian, operasional, dan pengelolaan.
Salah satu implementasi MOF 4.0 yaitu perancangan helpdesk yang nantinya menjadi IT service center sebagai support operasional terhadap infrastruktur yang akan di upgrade.
Woodgrove Bank adalah bank AS regional yang memiliki peluang bisnis dengan perluasan operasi ke California. Perusahaan harus mengikuti undang-undang yang mengharuskan membuat beberapa perubahan kebijakan dan sistem keamanan dan kerahasiaan yang ada. CEO perusahaan harus mengidentifikasi pekerjaan yang perlu dilakukan, menilai risiko, dan memastikan kepatuhan dengan peraturan pemerintah, mendefinisikan keamanan yang diperlukan dan kontrol kerahasiaan, dampak dari perubahan, perencanaan untuk perubahan, bangunan, pengujian, dan menyiapkan layanan untuk pelanggan dan operasi dalam mendukung perubahan.
Referensi:
- Hartanto, I. D. dan Tjahyanto, A. (2010). ANALISA KESENJANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PROSES PENGELOLAAN DATA MENGGUNAKAN COBIT (STUDI KASUS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA). 01-08. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
- Saputra, B. R., Fajar, A., dan Hanafi, R. (2015). ANALISA KESENJANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PROSES PENGELOLAAN DATA MENGGUNAKAN COBIT (STUDI KASUS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA). 02(10), 1030-1041. Telkom University.
- Wardani, K. (2008). Mengenal Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0. 01-05. eLearning IlmuKomputer.Com.
- Wijaya, R. dan Ginardi, R. V. H. (2016). PERANCANGAN APPLICATION MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK ASL CLUSTER MAINTENANCE & CONTROL STUDI KASUS IMPLEMENTASI APLIKASI POSPAY DI PT. POS INDONESIA BANDUNG. 01-08. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.


Comments
Post a Comment