ILMU BUDAYA DASAR 3.1
Rabu, 29 April 2020
Dosen Pembimbing : IKA PUJI SAPUTRI
==================================================================
Contoh Kasus Dari Manusia Dan Penderitaan
Nasib malang menimpa seorang remaja,
warga di sebuah daerah di pedesaan. Dengan usia belasan tahun dan masih duduk di
bangku sekolah, ia harus berjuang sendiri karena orangtuanya sudah meninggal
sejak dirinya masih duduk di sekolah dasar. Dan saat ini ia menjadi anak yatim
piatu dan harus berjuang untuk hidup dan melawan penyakit yang dideritanya.
Remaja yang pada awalnya merupakan remaja yang ceria dan ramah tersebut karena
suatu keadaan yang dialaminya keceriaan tersebut hilang karena kondisinya.
Keluarga pengganti oragtuanya dengan kondisi yang memang kurang mampu, atas
dasar saran dari berbagai pihak maka remaja tersebut di kirimkan ke panti
asuhan.
Hal ini dilakukan agar masa depannya bisa
lebih terjamin dan sekolahnya bisa berjalan maksimal. Dengan perasaan sedih,
keluarga pun memasukkan ke panti asuhan. Seiring berjalannya waktu remaja
tersebut tumbuh dewasa, tak ada perubahan yang berarti yang dirasakan olehnya. Remaja
tersebut merasa hidupnya penuh dengan tekanan dan kegelisahan karena merasa
hidupnya sudah tidak seperti semasa masih dengan orangtuanya. Dari luar dia
menampilkan keceriaan dan kebahagiaan akan tetapi ada satu hal yang membuatnya
terkadang lelah untuk menjalani semuanya.
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat
ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat
kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha
mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau
menghilangkan sama sekali. Manusia merupakan makhluk berbudaya, dengan budayanya itu
manusia berusaha mengatasi penderitaan yang dialaminya. Hal ini membuat manusia
menjadi kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang
melihat atau mengamati penderitaan.
Dengan keadaan
seorang remaja tersebut, cara untuk membebaskan dari penderitaan hidup yang dialaminya yaitu tetap berjuang menghadapi tantangan hidup
di sekitar lingkungan, masyarakat, dengan waspada, dan disertai doa kepada
Tuhan agar terhindar dari bahaya serta malapetaka. Manusia hanya dapat
merencanakan tetapi Tuhan yang menentukan semua itu akan terjadi.


Comments
Post a Comment