INOVASI SISTEM INFORMASI DAN NEW TEKNOLOGI 1.2

  

Sabtu, 31 Oktober 2020
Dosen Pembimbing : 
DONIE MARGAVIANTO, S.KOM., M.MSI.








==================================================================



Metode Yang Digunakan Dalam Pembuatan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR)



        Metode yang digunakan dalam pembuatan Virtual Reality sama dengan metode yang digunakan pada pembuatan Augmented Reality, yaitu Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Menurut Sutopo A.H, (2012) MDCL adalah penggunaan dan perpaduan gambar, video, dan suara dalam multimedia yang menarik maupun menggugah minat belajar peserta didik atau siswa. Multimedia juga mampu memudahkan penyampaian materi-materi tertentu kepada siswa dibandingkan dengan cara penyampaian materi lainnya. Pada metode MDLC terdapat enam tahapan yaitu: konsep (Concept), perancangan (Desain), pengumpulan bahan (Material Collecting), pembuatan (Assembly), pengujian (Testing), dan distribusi (Distribution).
  • Concept (Pengonsepan)
        Tahap ini adalah tahap untuk menentukan tujuan dan siapa pengguna program (identifikasi audiens). Tujuan dan penggunaan akhir program berpengaruh pada nuansa multimedia sebagai pencerminan dari identitas organisasi yang menginginkan informasi sampai pada pengguna akhir. Pada tahap ini, peneliti melakukan pengonsepan antara lain untuk: 
  1. Menentukan tujuan dan manfaat aplikasi.
  2. Menentukan siapa saja penguna aplikasi.
  3. Mendeskripsikan konsep aplikasi yang akan dibangun.
  • Design (Perancangan) 
        Pada tahap ini pembuatan spesifikasi mengenai arsitektur program, gaya, tampilan, dan kebutuhan material / bahan untuk program. Desain yang dibuat mengunakan desain interface dari tampilan menu aplikasi. Selain itu juga melakukan pembuatan 3D model / 2D model sebagai bahan objek pada aplikasi. Perangkat lunak yang biasa digunakan untuk merancang interface adalah Microsoft Visio dan dalam pembuatan model menggunakan 3D Blender atau Autodesk Maya.
  • Material Collecting (Pengumpulan Bahan)
        Tahap ini adalah tahap pengumpulan bahan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan yang dikerjakan. Bahan-bahan tersebut seperti gambar clip art, foto, animasi, video, audio, dan lain-lain yang dapat diperoleh secara gratis atau dengan pemesanan kepada pihak lain sesuai dengan rancangannya. Tahap ini dapat dikerjakan secara parallel dengan tahap assembly. Namun, pada beberapa kasus, tahap material collecting dan tahap assembly dikerjakan secara linear dan tidak parallel.
  • Assembly (Pembuatan) 
        Tahap assembly (pembuatan) adalah tahap pembuatan semua objek atau bahan multimedia. Pembuatan aplikasi didasarkan pada tahap desain, seperti storyboard, bagan alir, dan/atau struktur navigasi.
  • Testing (Pengujian) 
        Tahap testing (pengujian) dilakukan setelah menyelesaikan tahap pembuatan (assembly) dengan menjalankan aplikasi / program dan dilihat apakah ada kesalahan atau tidak. Tahap pertama pada tahap ini disebut juga sebagai tahap pengujian alpha (alpha test) yang pengujiannya dilakukan oleh pembuat atau lingkungan pembuatnya sendiri. Setelah lolos dari pengujian alpha, pengujian beta yang melibatkan penggunaan akhir akan dilakukan.
  • Distribution(Pendistribusian)
        Tahap ini aplikasi akan disimpan dalam suatu media penyimpanan. Jika media penyimpanan tidak cukup untuk menampung aplikasinya, kompresi terhadap aplikasinya, kompresi terhadap aplikasi tersebut akan dilakukan. Tahap ini juga dapat disebut tahap evaluasi untuk pengembangan produk yang sudah jadi supaya menjadi lebih baik.


Referensi:

- Mustika, Sugara, E. P. A., dan Pratiwi, M. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Menggunakan Metode Multimedia Development Life Cycle. [Jurnal]. Jurnal Online Informatika, 2(2). 121-126. STMIK Palcomtech Palembang.

Comments

Popular posts from this blog

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI 2.2

Forum VClass Pertemuan 5

INOVASI SISTEM INFORMASI DAN NEW TEKNOLOGI 8.1