INOVASI SISTEM INFORMASI DAN NEW TEKNOLOGI 2.1

   

Sabtu, 07 November 2020
Dosen Pembimbing : 
DONIE MARGAVIANTO, S.KOM., M.MSI.







==================================================================



Wearable Device



        Wearable Device adalah sensor dan alat yang menempel di tubuh dimana pengunaannya mengacu pada teknologi elektronik atau komputer yang digabungkan di dalam pakaian dan nyaman dipakai. Alat elektronik yang kita pakai sehari-hari seperti jam tangan akan menjadi wearable device apabila memiliki konektifitas dan dapat terhubung dengan alat-alat canggih seperti laptop, ucap dr. Nurhadi.

        Teknologi Wearable Device sangat memiliki dampak yang besar di bidang kesehatan dan kebugaran. Saat ini terdapat banyak jenis Wearable Device seperti jam tangan pintar dan gelang pintar. Beberapa fitur standar yang terdapat dalam jam tangan pintar atau gelang pintar antara lain penghitung jumlah langkah, pemantauan tidur, pemantauan detak jantung 24 jam, GPS, pengukur tekanan darah, pengukur suhu dan lain sebagainya. Hal ini dapat memberikan self monitoring bagi penggunanya.

        Fitur-fitur wearable device tentunya akan sangat berguna apabila dapat digunakan oleh ibu hamil dan bersalin. Penghitung jumlah langkah dan lokasi GPS dapat menjadi bukti bahwa ibu melakukan aktivitas fisik yang cukup, pemantauan tidur dapat menunjukkan kualitas tidur yang baik, pemantauan detak jantung, suhu, tekanan darah, pernafasan secara real time, dapat memprediksi lebih awal ibu tersebut mengalami suatu keadaan kegawatan daruratan. Karena tidak satupun kegawatdaruratan ibu hamil secara tiba-tiba. Hal yang sebenarnya terjadi adalah kondisi menuju kegawatdaruratan tersebut tidak terpantau secara baik dan terus menerus. Berikut beberapa diantaranya yang cukup menarik perhatian:
  • Sensoria Smart socks
        Kaus kaki pintar yang dipamerkan di CES 2015 lalu dibuat oleh pengembang asal Redmont, Amerika Serikat yang diberi nama Sensoria. Perangkat ini bisa berfungsi sebagai alat bantu fitness, namun fungsi utamanya untuk membantu para atlit untuk meningkatkan kemampuan berlari mereka. Sensoria sendiri terdiri dari sepasang kaus kaki khusus yang mudah dicuci, sebuah alat electronik yang bisa dipasang di pergelangan kaki, serta aplikasi berbasis iOS dan Android yang berfungsi memonitor dan memandu penggunanya. Mengandalkan daya baterai jenis li-ion, penggunaan standar bisa bertahan hingga 5 sampai 6 jam. Sensoria sudah dirilis sebulan sebelum acara CES dan dijual dengan kisaran harga US$199.
  • Emiota Belty
        Startup asal Perancis menawarkan solusi menarik bagi mereka yang ingin diet ataupun mengontrol pola makan dengan menghadirkan smart belt yang diberi nama Emiota Belty. Ikat pinggang pintar ini bekerja dengan sebuah sensor yang akan menyesuaikan ukuran ikat pinggang saat digunakan. Kemampuannya melacak pergerakan perut terutama saat makan. Saat digunakan, ikatan akan mengencang jika pengguna sudah terlalu lama duduk dan makan cukup banyak. Tidak hanya itu, dengan bantuan sensor giroskop dan accelerometer yang sudah terpasang, smart belt akan memantau dan menyimpan data kesehatan penggunanya yang dikirim secara nirkabel ke smartphone. Dari sini, aplikasi akan menampilkan kondisi serta memberikan saran mengenai kesehatan pengguna. Saat ini smart belt masih berupa purwarupa dan pihak pengembang menjanjikan bahwa dalam waktu dekat perangkat ini akan segera selesai.
  • Sony Smart B Trainer
        Earphone all-in-one khusus bikinan Sony ini cocok digunakan untuk kegiatan olahraga. Berfungsi sebagai personal trainer, perangkat ini akan memberikan kepelatihan ataupun instruksi berupa suara yang sesuai dengan kegiatan olahraga penggunanya. Masih berupa purwarupa, perangkat ini bekerja menggunakan GPS dan sensor untuk memonitor detak jantung guna memantau kesehatan si pengguna. Data yang terkumpul akan tersimpan di memori internal yang nantinya bisa digunakan kembali untuk melihat perkembangan dari aktivitas yang telah dilakukan sebelumnya. Pengguna juga bisa memanfaatkan memori internal tersebut untuk menyimpan file musik untuk menemani aktivitas berolahraga.
  • TempTraq Smart plaster
        Banyak orang tua yang bingung saat mendapati anak bayi mereka dalam kondisi demam. Oleh karena itu, pengembang Blue Spark Technologie memberikan solusi dengan menghadirkan perangkat berupa smart plaster dengan nama TempTraq. TempTraq terdiri dari termometer, baterai, dan koneksi Bluetooth. Penggunaan TempTraq sangat mudah. Pengguna tinggal menempelkan plester tersebut di dekat ketiak bayi, tekan tombol start dan otomatis hasil pendeteksian yang berhasil dilakukannya akan ditampilkan ke smartphone berbasis iOS ataupun Android. Hasil informasi yang didapat ini bisa dijadikan acuan bagi orangtua untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan melalui saran yang disampaikan oleh TempTraq.
  • Smart ring
        Tidak semua perangkat wearable device berkonotasi sebagai alat olahraga ataupun kesehatan. Contohnya smart ring yang dibuat oleh perusahaan Jepang yaitu Logbar. Logbar telah menciptakan sebuah cincin yang bisa digunakan secara remote untuk mengendalikan smartphone. Dengannya, pengguna tinggal mengenakannya di salah satu jari dan melakukan gerakan tertentu tanpa menyentuh smartphone untuk mengaktifkan suatu fungsi. Cincin ini menggunakan sensor khusus serta bantuan koneksi Bluetooth. Jadi jika pengguna hendak mengakses fungsi kamera smartphone, pengguna cukup menggerakkan jari membentuk huruf C (Camera). Dan jika ingin memainkan musik, tinggal menggerakkan jari dengan membentuk gambar segitiga yang merupakan ikon dari Play.
  • LookSee bracelet
        Gelang pintar dengan nama LookSee memiliki kemampuan untuk memindahkan beberapa fungsi di iPhone ke gelang tersebut. Mengandalkan koneksi Bluetooth untuk menghubungkannya ke iPhone, nantinya tampilan layar dengan nam E Ink akan menampilkan pesan SMS, nomor telpon, hingga kumpulan foto. LookSee menggunakan konsumsi daya yang sangat rendah dengan menggandalkan daya dari baterai yang telah tertanam. Bahkan pihak pengembang berani mengklaim bahwa daya tahannya bisa digunakan selama satu tahun.

        Salah satu contoh yang sering kita temui yaitu smartwatch. Smartwatch adalah salah satu perangkat wearable yang memiliki bentuk seperti jam tangan dengan banyak fungsi dan kegunaan, seperti; untuk notifikasi pesan maupun aplikasi dari smartphone pintar tanpa perlu melihat ke smartphone, musik, kalender, memonitor aktivitas olahraga maupun kesehatan, cuaca, dan masih banyak lainnya. Smartwatch biasanya menggunakan jaringan bluetooth untuk tersambung dengan smartphone yang kamu miliki.

        Di Indonesia, perangkat wearable smartwatch sendiri mulai dikenal pada 2014 setelah Apple menjadi pelopor yang memperkenalkan perangkat wearable berbentuk jam tangan yang mampu memjadi asisten pribadi dan dapat memantau kesehatan kamu.

        Beberapa merek smartwatch high-end yang tersedia di market Indonesia dan memiliki popularitas yang tinggi adalah Garmin, Samsung Galaxy Gear, Apple Watch dan masih banyak lagi yang lainnya. Sementara itu, kamu juga bisa mendapatkan smartwatch low-end di pasaran.


Referensi:

- Candra. Manfaat Wearable Device dalam Meningkatkan Mutu Layanan Klinis. Diambil dari: https://www.mutupelayanankesehatan.net/14-agenda/2607-reportase-pelatihan-dasar-dasar-kepemimpinan-medis-medical-leadership. (6 November 2020).

- Akbar, D. (2015). Wearable Device, Tidak Hanya Sebatas Smartwatch Saja. Diambil dari: https://www.pcplus.co.id/2015/03/wearable-device-tidak-hanya-sebatas-smartwatch-saja/. (6 November 2020).

Comments

Popular posts from this blog

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI 2.2

Forum VClass Pertemuan 5

INOVASI SISTEM INFORMASI DAN NEW TEKNOLOGI 8.1